{"id":1246,"date":"2022-03-21T15:28:31","date_gmt":"2022-03-21T15:28:31","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarjepang.com\/?p=1246"},"modified":"2022-10-03T09:44:12","modified_gmt":"2022-10-03T09:44:12","slug":"pawang-hujan-percaya-atau-tidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/2022\/03\/21\/pawang-hujan-percaya-atau-tidak\/","title":{"rendered":"Pawang Hujan, Percaya atau Tidak?"},"content":{"rendered":"\n<p>Belakangan viral soal pawang hujan pada acara MotoGP di Mandalika hari Minggu, 20 Maret 2022 lalu. Ada yang percaya bahwa Rara Istiani Wulandari, si pawang hujan, benar-benar bisa menghentikan hujan. Dan banyak juga yang tidak percaya hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika berbicara tentang pawang hujan, tentunya kita perlu berbicara tentang hujannya juga. Bagaimana hujan itu muncul?<\/p>\n\n\n\n<p>Secara sederhananya, hujan terjadi ketika kelembaban (bintik2 kecil air) yang naik ke langit, berkumpul membentuk awan. Ketika awannya &#8216;kelebihan muatan&#8217;, terjadilah hujan. Hujan juga tergantung arah angin. Jadi kalau di atas kita hujan, tapi angin sangat kencang, bisa jadi tempat kita tidak kehujanan, terbawa ke tempat lain oleh angin.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi ada 2 hal utama sampai hujan turun di satu tempat. Angin dan air (dalam bentuk awan). adakah &#8216;pawang hujan&#8217; yang bisa mengatur hingga muncul hujan di suatu tempat? Ada. Tapi bukan berwujud manusia pawangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita sekarang bisa mengalihkan hujan, atau membuat hujan. Teknik yang dipakai dinamakan Penyemaian Awan (<em>Cloud Seeding<\/em>). Salah catu caranya yaitu dengan menaburkan senyawa garam-garaman ke awan yang tepat, dan juga menghitung pergerakan awan dan arah angin.<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat keberhasilan &#8216;pawang hujan&#8217; cara ini tidak 100% berhasil. Walau begitu, cukup banyak digunakan karena masih merupakan salah satu cara yang paling efisien dan efektif untuk mengendalikan hujan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Indonesia pernah digunakan teknik penyemaian awan untuk mencegah Jakarta kebanjiran dengan membuat hujan di tempat lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kita pernah menggunakannya untuk membuat hujan seperti saat memadamkan kebakaran hutan di Sumatera dulu. UAE juga menggunakannya untuk meningkatkan intensitas hujan di Abu Dhabi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belakangan viral soal pawang hujan pada acara MotoGP di Mandalika hari Minggu, 20 Maret 2022 lalu. Ada yang percaya bahwa Rara Istiani Wulandari, si pawang hujan, benar-benar bisa menghentikan hujan. Dan banyak juga yang tidak percaya hal tersebut. Ketika berbicara tentang pawang hujan, tentunya kita perlu berbicara tentang hujannya juga. Bagaimana hujan itu muncul? Secara &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/2022\/03\/21\/pawang-hujan-percaya-atau-tidak\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Pawang Hujan, Percaya atau Tidak?<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1247,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":""},"categories":[91,82],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1246"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1246"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1246\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1248,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1246\/revisions\/1248"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1246"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1246"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1246"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}