{"id":1294,"date":"2022-10-03T05:40:11","date_gmt":"2022-10-03T05:40:11","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarjepang.com\/?p=1294"},"modified":"2022-10-03T09:42:43","modified_gmt":"2022-10-03T09:42:43","slug":"sharing-pekerja-indonesia-tokuteginou-di-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/2022\/10\/03\/sharing-pekerja-indonesia-tokuteginou-di-jepang\/","title":{"rendered":"Sharing Pekerja Indonesia (Tokuteginou) di Jepang"},"content":{"rendered":"\n<p>Assalammulaikum. Perkenalkan. <\/p>\n\n\n\n<ul><li>Nama\uff1aSusanto, <\/li><li>Umur 30 Tahun. <\/li><li>Asal: Ngawi, Jawa Timur. Indonesia. <\/li><li>Lokasi di Jepang: Osaka Fu, Kishiwadashi. <\/li><li>Status: Tokuteginou (\u7279\u624b\u6280\u80fd)<\/li><li>Pekerjaan: Yousetsu (\u6eb6\u63a5) Pengelasan. <\/li><li>Lama di Jepang: 4 Tahun (2018-2022). 3 Tahun Jissusei, 1 Tahun Tokuteginou. <\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih, sudah di berikan kesempatan dan ruang untuk bercerita tentang sedikit cerita hidup saya selama di Jepang. <\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dari perusahaan dan akan pulang ke tanah air pada bulan Desember tahun 2022 ini. Ini merupakan pilihan yang tidak mudah, selain sangat berat dan sangat dilema. <\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak yang cerita hidup yang ingin saya ceritakan dan tujuannya yaitu agar di ketahui khususnya rekan-rekan pekerja, Jissusei ataupun Tokuteginou yang berada di Jepang ataupun mereka yang berencana datang ke Jepang. <\/p>\n\n\n\n<p>Pilihan untuk berhenti dan pulang ke Indonesia, akhirnya saya putuskan melalui beberapa pertimbangan. Alasan utama yang membuat saya mengambil keputusan ini adalah kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan pengelasan yang saya lakukan saat ini, merupakan pekerjaan yang sangat berat dan sangat berbahaya buat kesehatan tubuh (paru-paru) saya. Ketika 3 Tahun pertama saya bekerja pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding). Di sini saya mengelas mengunakan kawat berwarna kuning. Satu tahun selanjutnya, saya pindah ke perusahaan lain, saya mengubah status saya dari Jissusei (Pekerja Magang) menjadi Tokuteginou (\u7279\u624b\u6280\u80fd) atau Tenaga kerja dengan Keahlihan Khusus. <\/p>\n\n\n\n<p>Dan selama 1 Tahun tersebut, pengelasan yang saya lakukan bukan lagi jenis pengelasan GMAW, melainkan pengelasan FCAW (Flux Cord Arc Welding), yang mana pengelasan dengan kawat warna putih. Pengelasan FCAW (Flux Cored Arc Welding) ini menurut saya dan banyak orang, sangat berbahaya buat kesehatan badan manusia. <\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana saya bekerja, rekan-rekan bisa melihat pengelasan yang saya lakukan di link ini, <a href=\"https:\/\/youtu.be\/Ib3w_qjeQPA\">https:\/\/youtu.be\/Ib3w_qjeQPA<\/a>. Selama 3 tahun pertama, sewaktu masih dalam status Jissusei saya melakukan pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding). Di fase ini pengelasan masih berasa ringan. Tetapi setelah 1 tahun pertama melakukan pengelasan FCAW, saya merasakan pernafasan saya sangat berat terkadang sulit bernafas. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika melakukan pengelasan, filter masker dalam sehari bisa di ganti-ganti beberapa kali, dan warna filter masker itu menjadi hitam, ini artinya pengelasan FCAW ini sangat atau lebih berbahaya dari pada pengelasan GMAW. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melihat hitamnya maskter saya, saya tidak bisa membayangkan bagaimana paru-paru saya bisa sehat bila saya terus melakukan pekerjaan ini. Dan saya pun mendapat banyak cerita, bahwa pengelasan jenis ini sangat dihindari oleh banyak orang, khususnya orang Jepang itu sendiri, walaupun di bagian kerja saya ini, ada beberapa orang Jepang yang ikut mengerjakan. Ya mungkin hal ini dikarenakan rekan-rekan Jepang saya tersebut, sudah tidak mempunyai pilihan pekerjaan lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Di tempat saya bekerja saat ini, saya dan rekan saya sesama warga Indonesia adalah pekerja yang paling muda. Pada umumnya pekerja pada pekerjaan jenis ini berumur 40 ke atas. Memang di perusahaan ini, gaji saya lebih besar sekarang di bandingkan ketika menjadi Jissusei di 3 tahun pertama di Jepang. <\/p>\n\n\n\n<p>Dulu saya bisa menerima gaji (sudah di potong macam-macam) uang yang masuk ke rekening saya kira-kira sebesar 100,000 Yen. Lalu sekarang setelah status saya menjadi Tokuteginou saya mendapatkan gaji bersih (sudah di potong macam-macam seperti biaya asuransi, tempat tinggal, dll) kira-kira sebesar 150,000 Yen.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan 50,000 perbulan tersebut adalah sangat besar, buat saya. Untuk biaya hidup (biaya makan, dll) saya selama di tinggal di Osaka Jepang, saya bisa menghabiskan sekitar 60,000 Yen. Sisanya saya tabung dan kirim ke Indonesia. Untuk makan siang, di hari kerja, saya pesan makanan di perusahaan, karena selain murah, saya tidak perlu repot memasak dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun masalahnya, karena saya seorang Muslim, terkadang di dalam kotak makanan tersebut ada daging atau makanan yang tidak halal, dan ketika saya mengetahui itu, hal yang saya lakukan adalah tidak makan, dan memakan makanan yang lain. Karena di dalam kotak makanan (kotak bentou) tersebut ada beberapa lauk pauk. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi yang saya pikir tidak halal saya tidak makan, yang halal saya makan. Dan inilah tantangan hidup di negara orang. Ada 3 Hal yang ingin saya sampaikan kepada semua orang yang mungkin mau bekerja ke Jepang atau sudah ada di Jepang tapi baru awal-awal. Ketika 3 Hal itu adalah: <\/p>\n\n\n\n<ol><li>BELAJAR BAHASA JEPANG SUNGGUH-SUNGGUH. Karena hal ini sangat penting, karena kalau tidak mengerti bahasa Jepang, kita tidak akan bisa bekerja maksimal, dan yang ada nanti kita menjadi masalah buat banyak orang.<\/li><li>JAGA SIKAP. Kita harus bisa tunjukan adab kita sebagai orang Indonesia, rasa hormat, sopan santun kepada semua orang. <\/li><li>SEMANGAT. Kita harus bisa menjaga semangat kerja kita, kita harus rajin, walaupun misalnya skill kita masih rendah. Tapi kalau kita rajin, m\u0105k\u0105 rekan-rekan kerja kita, juga pimpinan kita akan segan dengan kita. <\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Bila kita ada masalah di pekerjaan, masalah dengan perusahaan, kita harus bisa berbicara, jangan diam, jangan di simpan sendririan. Kita bisa melaporkan ke Kumiai \u7d44\u5408 \/ serikat kerja yang memasukan kita kerja ke perusahaan tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun sayangnya, banyak Kumiai yang tidak peduli dengan pekerja, mereka lebih cenderung membela, memihak ke perusahaan. Dan seandainya bila kita ada permasalahan dengan perusahaan, umumnya pihak kumiai lebih berat ke perusahaan, yang dimaklumkan karena mereka (kumiai) tersebut mendapatkan uang dari perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Yang sedihnya terkadang Kumiai juga beranggotakan orang Indonesia, tapi tetap mereka lebih berat kepada perusahaan, dan kita sebagai pekerja di abaikan, atau ditelantarkan. Ya inilah nasib kita, yang terkadang diperlakukan hanya sebagai obyek mata pencaharian mereka, tanpa pernah berpikir bahwa kita sama-sama orang Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila ada permasalahan, untuk melapor ke pihak KJRI atau KBRI\/ Kedutaan Republik Indonesia di Jepang, saya tidak pernah berfikir kesana. Dan pemikiran ini mungkin juga sama dengan pemikiran banyak jissusei atau pekerja Indonesia di Jepang ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain karena tidak kenal dengan orang-orang KJRI\/ KBRI, terkadang dan ada kesan juga, untuk menghubungi mereka sangat susah dan ribet, sama dengan birokrasi pemerintahan yang berbelit-belit. Kalau tidak percaya, Coba deh teman-teman telepon, kemungkinan besar tidak di angkat atau diangkat tapi sedang sibuk, atau di oper kesana-sini . Ya siapalah kita ini, hanya pekerja kasar, kuli. Kita ini bukanlah kaum elite seperti teman-teman pelajar yang selalu di perhatikan oleh mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Doakan semoga di kedepannya, saudara-saudara kita para pekerja di Jepang diberikan kemudahan, sehingga banyak orang Indonesia bisa mengadu nasib di sini. Bila itu terjadi ini bagus, jadi orang Indonesia banyak belajar tentang kedisiplinan, kejujuran dan cara kerja orang Jepang yang ulet dan tahan banting. <\/p>\n\n\n\n<p>Salam,<br>Susanto di Osaka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Assalammulaikum. Perkenalkan. Nama\uff1aSusanto, Umur 30 Tahun. Asal: Ngawi, Jawa Timur. Indonesia. Lokasi di Jepang: Osaka Fu, Kishiwadashi. Status: Tokuteginou (\u7279\u624b\u6280\u80fd) Pekerjaan: Yousetsu (\u6eb6\u63a5) Pengelasan. Lama di Jepang: 4 Tahun (2018-2022). 3 Tahun Jissusei, 1 Tahun Tokuteginou. Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih, sudah di berikan kesempatan dan ruang untuk bercerita tentang sedikit cerita hidup saya &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/2022\/10\/03\/sharing-pekerja-indonesia-tokuteginou-di-jepang\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Sharing Pekerja Indonesia (Tokuteginou) di Jepang<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1295,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":""},"categories":[112,183],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1294"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1294"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1294\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1296,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1294\/revisions\/1296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}