{"id":1355,"date":"2023-10-20T14:38:23","date_gmt":"2023-10-20T07:38:23","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarjepang.com\/?p=1355"},"modified":"2023-10-20T14:38:23","modified_gmt":"2023-10-20T07:38:23","slug":"sampai-kapankah-ketergantungan-indonesia-akan-beras-dari-rrt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/2023\/10\/20\/sampai-kapankah-ketergantungan-indonesia-akan-beras-dari-rrt\/","title":{"rendered":"Sampai kapankah ketergantungan Indonesia akan Beras dari RRT?"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada hari rabu, tanggal 18 Oktober 2023, Menteri BUMN Indonesia Erick Thohir di dalam Instagramnya ketika menemani Bapak Presiden Joko Widodo di forum ketiga Belt and Road for International Cooperation di China, sangatlah menarik dan menimbulkan keprihatinan banyak orang, khususnya WNI yang ada tinggal di luar negeri. Kekuatiran akan masa depan Bangsa Indonesia akan seperti apa, khususnya dalam masalah kemandirian terhadap swasembada pangan dalam negeri Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika mau kita gali, Indonesia dengan jumlah penduduknya 278,696,200 jiwa, adalah negara urutan ke 14 terluas di dunia dengan luas total (km<sup>2<\/sup>) sebesar 1.904.569 km<sup>2<\/sup>. Luas daratannya 1.811.569 km<sup>2<\/sup>. Tapi, walaupun Indonesia terkenal dengan kesuburan tanahnya, pada kenyataannya, Indonesia kekurangan stok beras.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan masing-masing dari kita tahu bahwa makanan utama bangsa kita dari dulu sampai sekarang bukan lah mie ayam, siomay, batagor, hamburger ataupun sosis; melainkan nasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana dengan negara di mana media ini, kabar jepang, berpusat saat ini?<\/p>\n\n\n\n<h4><strong>Negara Jepang<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Jepang adalah sebuah negara yang jumlah penduduknya 125,416,877 jiwa dengan luasnya negara nya menduduki peringkat ke 62, dengan Luas Total (km<sup>2<\/sup>) sebesar 377.976 km<sup>2<\/sup>. Luas daratannya 364.546 km<sup>2<\/sup>. Pada saat ini stok berasnya terpenuhi, yang di mana semua beras di hasilkan dalam negerinya adalah 100%.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan juga merupakan pengetahuan umum bahwa beras Jepang terkenal enak dan gurih. Bahkan banyak orang berkata hanya makan nasi Jepang, tanpa lauk pauk bukanlah masalah, saking enaknya nasi dari beras Jepang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang Jepang di mana pun pasti akan bersikeras bahwa nasi Jepang tidak ada bandingannya di dunia. Ya memang benar pernyataan itu, bahwa kualitasnya dan rasa nasi Jepang tidak diragukan lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak film dan anime klasik yang menceritakan perjuangan selama Perang Dunia II, menggambarkan bagaimana beras adalah sebagai sesuatu yang tidak boleh dianggap remeh; beras adalah sangat penting. Bagi sebagian besar masyarakat Jepang, biji-bijian, benih beras salah satunya, mengatakan bahwa biji-bijian bukan sekadar isu komoditas saja melainkan simbol kebanggaan negara Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kita tanyakan kepada WNI yang sudah lama hidup di Jepang, apakah sering melihat beras dari luar negerti, mungkin jawabannya adalah: tidak. Artinya bahwa kita sangat sulit untuk menemukan, melihat atau mencari beras dari Luar negeri seperti beras Thailand, India, dan China.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan rahasia lagi bahwa Jepang telah menolak membuka pintu untuk masuknya beras asing selama bertahun-tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Koperasi pertanian yang kuat di negara ini yang di kenal sebagai JA (Japan Agriculture), dan koperasi pertanian ini memegang peran sangat penting dalam kestabilan kebutuhan pokok penduduk yang ada di Jepang. Dan JA pun secara historis menjadi salah satu perusahaan yang sangat penting di dalam agriculture Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan JA antara lain menjadi perantara penjualan, pembelian, dan penyewaan lahan pertanian, selain konsolidasi dan perluasan operasi pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p>JA dengan kekuatan politisi yang melayani industri pertanian, menawarkan serangkaian kebijakan protektif dengan menetapkan target volume produksi beras dan membatasi pasokan untuk mempertahankan harga dalam negeri yang tinggi, sambil menuntut tarif yang sangat tinggi terhadap beras asing. Karenanya, ini yang memungkinkan beras dari negara asing sangat susah dilihat atau di temui di Jepang.<\/p>\n\n\n\n<h4><strong>Peranan Politik Pemerintahan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pemerintah Jepang mempunyai kebijakan dalam menjamin harga beras melalui Undang-Undang Pengendalian Makanan Pokok. Bahkan terkadang pemerintahan membeli apapun yang diproduksi di lahan pertanian Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan perlu diketahui, bahwa lahan pertanian di Jepang sangat di perhatikan oleh pemerintahan Jepang. Pemerintahan melalui JA juga mengambil peran dalam pengelolaan lahan sawah dan agriculture lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h4><strong>Big Problem: Coba perhatikan grafik di bawah:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/kabarjepang.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/28a7d206-07b4-474e-bd72-6bcb0080dfa1-936x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1358\" width=\"702\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/kabarjepang.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/28a7d206-07b4-474e-bd72-6bcb0080dfa1-936x1024.jpeg 936w, https:\/\/kabarjepang.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/28a7d206-07b4-474e-bd72-6bcb0080dfa1-274x300.jpeg 274w, https:\/\/kabarjepang.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/28a7d206-07b4-474e-bd72-6bcb0080dfa1-768x840.jpeg 768w, https:\/\/kabarjepang.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/28a7d206-07b4-474e-bd72-6bcb0080dfa1-1404x1536.jpeg 1404w, https:\/\/kabarjepang.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/28a7d206-07b4-474e-bd72-6bcb0080dfa1.jpeg 1463w\" sizes=\"(max-width: 702px) 100vw, 702px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sekitaran tahun 1990-an, tepatnya pada tahun 1993, Jepang pernah mengalami kekurangan stok beras dalam negeri. Pada saat itu, Jepang memerlukan pasokan beras dari luar negri. Tapi setelah itu Jepang dapat bangkit dari masalah kekurangan stok beras dalam negerinya. Dan bila ada kejadian kekurangan stok beras, biasanya tidak begitu signifikan. Bahkan sampai pada saat saya menulis tulis ini, stok beras dalam negeri Jepang adalah 100%.<\/p>\n\n\n\n<p>Dunia sangat mengetahui bahwa Jepang adalah negara yang terlahir dengan banyak problem, dimulai dari problem Geografis, ancaman akan banyaknya bencana alam, seperti gempa, tsunami, dll. Problem demografi, permasalahan kependudukan, yang mana Jepang saat ini jumlah penduduk yang berusia lanjut, angkanya sangat tinggi sedangkan penduduk yang muda, penduduk yang berusia produktif sangat rendah. Mungkin hal ini juga di karenakan adanya factor tingkat kelahiran menurun, dan juga Jepang punya <em>Problem History<\/em>, luluh lantaknya kota Hiroshima dan Nagasaki pada perang dunia ke-2.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu banyaknya masalah, Jepang masih bisa di katakan negara impian banyak orang di dunia. Dan yang terpenting, Indonesia harus belajar dari Jepang tentang \u201cHOW TO SOLVE THE PROBLEM\u201c.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam masalah demografi, seperti kekurangan tenaga kerja, Jepang mengambil langkah kebijakan negaranya untuk menaikan jumlah angka tenaga kerja asing dari banyak negara, termasuk salah satunya dari Indonesia. Solve the problemnya tidak sampai di situ saja. Dalam hal agriculture Jepang banyak menginovasikan teknologi agriculture yang luar biasa.<\/p>\n\n\n\n<h4><strong>Loyalitas penduduk Jepang terhadap produk dalam negeri<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>\u201ckonsumen Jepang akan mengabaikan beras asing yang ada di-rak, meskipun harganya lebih murah\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ada hal yang luar biasa bila berbicara tentang Jepang dan penduduknya. Hal yang luar biasa itu adalah masalah LOYALITAS &amp; KESETIAAN.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal loyalitas dan kesetiaan perlu dunia akui, bahwa umumnya orang Jepang sangat loyal dan setia terhadap tempat di mana dia bekerja, loyal untuk memilih produk dalam negerinya dibandingkan produk dari luar Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan ingat bahwa loyalitas dan kesetiaan ini bukan hadir tanpa sebab. Keloyalan dan juga kesetiaan masyarakat Jepang terhadap produk dalam negeri dikarenakan karena faktor kualitas produk, serta hasil buminya yang sangat baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Menutup tulisan ini: mari kita lakukan yang terbaik dan dukung swasembada pangan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKARENA TANPA BERAS, NASI GORENG PUN TIDAK ADA \u201c<\/p>\n\n\n\n<p>Jepang, 19 Oktober 2023.<br>Kabar Jepang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada hari rabu, tanggal 18 Oktober 2023, Menteri BUMN Indonesia Erick Thohir di dalam Instagramnya ketika menemani Bapak Presiden Joko Widodo di forum ketiga Belt and Road for International Cooperation di China, sangatlah menarik dan menimbulkan keprihatinan banyak orang, khususnya WNI yang ada tinggal di luar negeri. Kekuatiran akan masa depan Bangsa Indonesia akan seperti &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/2023\/10\/20\/sampai-kapankah-ketergantungan-indonesia-akan-beras-dari-rrt\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Sampai kapankah ketergantungan Indonesia akan Beras dari RRT?<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1360,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":""},"categories":[82],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1355"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1355"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1361,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1355\/revisions\/1361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarjepang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}